Aceh Timur,- aceh.targetjurnalis.com
Dunia Pendidikan Islam : Narasi dari Dayah, Madrasah dan Sekolah
PARET DUA DUMAI, RIAU : Yayasan Miftahul Jannah adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang ada di desa paret dua kelurahan Tanjung Penyembal, kecamatan Sungai Sembila , kota Dumai, Riau . Yayasan ini dipimpin oleh ustadz Suriadi yayasan ini memiliki makna historis, yaitu zawiyah memiliki arti “sudut”, hal ini karena pada zama Rasulullah SAW pengajian dilakukan di sudut-sudut masjid.
Di Indonesia ada banyak lembaga-lembaga pendidikan islam dengan penyebutan yang berbeda. Seperti di pulau jawa lembaga pendidikan islam ini disebut dengan pesantren, pesantren berasal dari kata “pe- santrian” yang berarti tempat para santri menetap dan menimba ilmu. Sedangkan di Riau sendiri penyebutan untuk lembaga pendidikan islam sendiri disebut dengan “yayasan”.
Yayasan Miftahul Jannah didirikan pada tahun 2014 di Desa paret dua. Tahun pertama berdirinya yayasan ini hanya ada beberapa santri dan kegiatan mengajar ngaji dilakukan di dalam rumah. Tahun selanjutnya yayasan ini mulai mengalami perkembangan dengan bertambahnya santri dan sudah memiliki balai.
Santri-santri di yayasan ini awalnya hanyalah masyarakat desa Paret dua, dengan semakin berkembangnya yayasan ini, santri-santri dari luar desa mulai tertarik untuk mengaji di Yayasan Miftahul Jannah ini.
Kini yayasan ini semakin berkembang dengan didirikan banyak balai-balai pengajian, toilet, dan sudah adanya asrama bagi para dewan guru untuk menginap di yayasan. Dewan guru di yayasan ini sebagian adalah murid dari yayasan ini sendiri, kebanyakan adalah para remaja.
Ahlus sunnah wal-jama’ah adalah dasar I’tiqad yang diajarkan di pesantren ini, yaitu dengan belajar ilmu tauhid, fiqah dan tasawuf. Selain dayah Miftahul Jannah, ada beberapa yayasan atau lembaga pendidikan islam lainnya yang ada di desa paret dua yang juga telah terkenal hingga luar desa tak terkecuali yayasan Miftahul Jannah ini.
Santri yayasan ini aktif mengikuti beberapa kegiatan di luar yayasan(lomba di sekolah, lomba antar yayasan kecamatan), dan dalam yayasan. Yayasan ini juga memiliki anggota zikir yang sudah terkenal di luar desa, hal inilah yang menjadi salah satu kebanggaan yayasan paret dua ini .
Visi dan misi yayasan Miftahul Jannah, yaitu :
VISI
“menjadikan yayasan sebagai lembaga pendidikan islam yang mampu membentuk manusia yang memiliki kecerdasan dan keterampilan, keseimbangan antara fikir dan zikir dalam rangka menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi demi terciptanya insan kamil yang berilmu, beriman, dan bertaqwa kepada Allah SWT”.
MISI• mendirikan, membina, dan menyelenggarakan pendidikan tingkat ibtidaiyyah, tsanawiyyah, aliyah dan takhassus.• Mendirikan sarana dan peribadatan dan melakukan pembinaan rohani terhadap santri melalui pengamatan ajaran-ajaran rohani.
Yayasan Miftahul Jannah juga memiliki beberapa kegiatan lainnya, seperti mendirikan TPA, dan adanya pengajian ibu-ibu yang dilakukan setiap hari minggu. Banyak ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini dari berasal dari luar dan dalam desa. Yang kebanyakan merupakan wali atau orang tua santri dayah.Kegiatan pengajian ini didirikan pada tahun 2021 ini, kegiatan ini merupakan permintaan dari orang tua santri.
Mata pelajaran yang diajarkan di yayasan Miftahul Jannah yaitu :
1. Ilmu Al-Qur’an atau ilmu tajwid
2. Imu fiqah yaitu matan taqrib, bajuri 1-2 dan lain sebagainya
3. Ilmu Tuhid yaitu seperti kitab aqidatul islamiyah
4. Imu tasawuf seperti kitab tanbihghul ghafiliin, taisir akhlak
5. Imu Tarikh atau sejarah, seperti kitab riwayat nabi dan daqaiqul akbar
6. Ilmu Nahu yaitu kitab matan mimah dan matan jarumiyah
7. Ilmu Sharaf yaitu kitab dhammun, matan bina, dan tasrif.
8. Hafalan wajib, seperti doa sesudah shalat, doa mandi wajib,rukun shalat, rukun iman, rukun islam, rukun syahadat, I’tiqad 50, 10 malaikat beserta tugasnya, halan tasrif dan pembagian bina, hafalan hukum isim, doa qunut, imam mazhab yan empat, jumlah nabi ulul azmi beserta empat kitabnya.
9. Muhadarah, yaitu kegiatan pidato setiap malam jum’at.
“saya senang melihat anak yayasan ini, tinggal disekitaran yayasan ini membuat saya juga mendapatkan limpahan berkah dari Allah SWT dengan adanya anak-anak ngaji” ucap liawati, masyarakat yang tinggal berdampingan dengan yayasan ini.
“saya menjual nasi bungkus di desa ini, dan saya tinggal dekat dengan yayasan, banyak santri-santri yayasan yang tinggal di asrama membeli nasi bungkus di tempat saya. Harganya saya sengaja jadikan lebih murah kepada para santri, juga bukan melalui hal ini bagaimana lagi saya akan ikut mendapatkan berkah melalui penuntut ilmu ini” ucap ustadz umi, pedagang nasi bungkus disekitaran yayasan.
Dan kita juga berharap semoga dengan adanya yayasan ini, kususnya di desa paret dua, kecamatan sungai sembilan kelurahan Tanjung Penyembal, menjadi salah satu wadah untuk membina pendidikan karakter anak menjadi lebih baik lagi kedepannya dan menjadi calon kader-kader ulama di masa akan datang atau sebagai pemimpin yang memiliki ketaqwaan kepada Allah SWT.
*)Oleh: Naras Tuti jurusan Hukum ekonomi syariah, fakultas Syariah IAIN Langsa
Dumai, Riau.


