Idi. Aceh Timur: aceh.targetjurnalis.com
Pembangunan Tempat MCK (Mandi Cuci Kakus) Di Sebuah Balai Pengajian Desa Lhok Dalam, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, Diduga Terjadi Mart Up, sampai pembangunan Tidak selesai.
Adapun Pembangunan Tersebut Berasal Dari Aspirasi Dewan DPRK Aceh Timur Zulfadli (Oyong) Dari Partai Nasdem.
Hasil komfirmasi pada pihak Pemimpin Balai itu (Penerima Bantuan) Dari Aspirasi Dewan tersebut, yang di ketahui oleh nya anggaran Rp. Puluhan Juta.
Di perkirakan oleh dirinya atau pemimpin balai pengajian itu, sudah di sampaikan kepada zulfadli (oyong) Menurut dia jika di kelola sendiri oleh penerima bantuan pembangunan itu, dengan uang puluhan juta itu, siap sampai selesai dan bisa di pakai pembangunan itu oleh orang yang membutuh kan.
“kalau saya sendiri yang kelola pembangunan itu, saya pakai tukang dari saya uang puluhan juta itu cukup untuk membangun MCK itu sampai selesai siap pakai” jelasnya
Sangat di sayang kan pembangunan itu tidak di boleh kan untuk di kelola oleh pihak penerima bantuan, Namun MCK itu Di kelola oleh Pemilik Aspirasi Tersebut sampai Stempel Basah Milik Balai Pengajian itu di sita oleh zulfadli (DPRK) dari partai nasdem itu.
Sadis nya, Hasil pantauwan awak media ini ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) Pembangunan MCK tersebut cuma siap di bangun tembok dinding nya saja, tidak ada atap, dan tidak ada lantai dan kloset, tidak ada Tabungan WC dan tidak ada tutup pintu, sampai terbengkala tidak terpakai.
Menanggapi Hal tersebut, Mudy Djafar, Koordinator Aliansi Keadilan Aceh (AKA) Sangat menyayang kan jika bantuan balai tempat ibadah jadi korban korupsi dewan, bagai mana nasip Aceh Timur di masa yang akan datang.
“Saya sangat Kecewa dengan Dewan Putra Daerah tersebut, bahkan beliau putra asli Darul Ihsan, yang ber domisili di desa itu juga, Di duga tega memangkas dana bantuan tempat ibadah, bagai mana nasip Aceh Timur di masa yang akan datang” Pungkas Mudy dengan nada kesal
Sa’at di komfirmasi awak media ini kepada Zulfadli (oyong) DPRK Aceh Timur dari Partai Nasdem, Dia mengaku uang tidak cukup untuk membangun MCK itu, jika ada uang pemerintah lagi, akan di bangun tahun depan, jika tidak ada uang pemerintah tidak akan di bangun lagi.
“Itu yang sudah di buat segitu sudah melebihi uang anggaran nya, itu tidak cukup untuk atap, lantai, kloset, tabungan WC, dan tutup pintu kamar tempat buang air kecil tiga pintu dan buang air besar, maka mau di lanjut tahun depan kalau ada uang negara, kalau tidak ada uang negara, tidak di buat lagi” jelas nya melalui panggilan telfon.
Harapan Mudy Djafar, Agar Pembangunan itu segera di selesai kan oleh pihak yang terkait, agar bisa di pakai oleh santri di tempat Pengajian tersebut. (zulham)


