Aceh Timur: aceh.targetjurnalis.com
Sejumlah pedagang berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Aceh Timur menentang penggusuran sewenang – wenang yang diduga dilakukan demi kepentingan bisnis pihak tertentu.
” Kami heran, koq sejak PJ bupati ini, pedagang kecil dikejar ke sana kemari, tempat kami berjualan diruntuhkan paksa demi kepentingan bisnis orang berduit, kami ingin semuanya dihentikan,” ungkap salah seorang pedagang yang sempat terusir dari lapak dagangannya itu, Jumat 17 Febuari 2023.
Sementara itu, pedagang lainnya yang kiosnya terpaksa dibongkar akibat adanya pihak tertentu yang akan membangun di lokasi tersebut mengungkapkan bahwa para pedagang merasa terpaksa dan tidak punya pilihan ketika mendengar kios tempatnya berdagang akan digusur karena ada pihak pengembang yang bakal bikin kios pribadi di sana.
” Katanya mesti dikosongkan, disuruh teken ya kami teken, terus daripada dibongkar petugas, jadi kami terpaksa bongkar sendiri, katanya di tempatkan di pasar ikan baru, gratis, tapi enggak jelas itu benar apa enggaknya gratis, lagian sebagian dari kami malas ke sana, sebab sudah pasti tidak laku,” ungkap pria tersebut.
Para pedagang pasar Idi Rayeuk saat ini diketahui sedang mempersiapkan diri menggelar aksi unjuk rasa pekan depan agar PJ Bupati Aceh Timur,Ir, Mahyuddin Msi, segera menghentikan pembangunan yang diduga malah menyingkirkan pedagang, sehingga kehilangan tempat berjualan, bahkan ada pedagang yang kehilangan mata pencahariannya.
” Kami minta semuanya dihentikan, atau kami akan membuat tuntutan yang lebih besar lagi nanti agar PJ Bupati diganti,” ketus salah seorang pentolan pedagang yang juga merupakan korban gusuran.
Menurut informasi dari pedagang di bekas pasar ikan lama yang kini kiosnya telah dibongkar, mereka yang tadinya berjumlah sekitar 14 kios kini berpencar ke berbagai tempat dan terpaksa mencari lapak dagangan lainnya, akibat adanya desakan pihak tertentu yang akan membangun sejumlah kios untuk disewakan ke pihak lainnya di sana.
Para pedagang itu kini terpisah dengan pedagang lainnya, karena merasa dagangannya tidak akan laku di pasar ikan baru, sebagaimana yang ditempatkan oleh pihak pengembang yang bekerjasama dengan pihak pemkab dan kecamatan.
” Mereka terpaksa sewa tempat lain, karena kalau ke pasar ikan itu sudah pasti tidak laku di sana, keterlaluan kali pemerintah sekarang, koq bisa seperti ini, sudah macam apa ini, lagian penempatan di pasar ikan itu tidak seperti yang dijanjikan pengembang, contohnya saya nomor sekian, tapi pas dicek, kayaknya tidak ada itu di sana, bahkan tempat itu masih ada orang lain yang mengisinya,” sebut seorang pedagang dengan nada kesal.
Kasat Pol PP T. Amran mengaku pihaknya tidak mengetahui dan tidak diberitahu pasal pembongkaran tersebut.
” Wah enggak ada laporan apa pun, nanti coba dicek,” singkatnya.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris daerah (Sekda) T. Reza Rizki, SH. M.SI menanggapi singkat polemik yang mulai bergulir di pasar Idi tersebut, ia mengatakan akan menyampaikan hal itu ke PJ Bupati Aceh Timur.
” Baik, saya kordinasikan dengan kaban dan pak pj bupati,” tutupnya. (zulham/tim)


