Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, turun langsung menemui masyarakat korban banjir yang menggelar aksi di pendopo. Aksi tersebut dilakukan warga sebagai bentuk keluhan atas bantuan banjir yang dinilai belum kunjung cair.
Di hadapan para pendemo, Bupati Aceh Timur memilih berdialog secara terbuka. Ia memberikan penjelasan secara rinci terkait proses penyaluran bantuan serta kendala yang dihadapi di lapangan. Sikap tersebut mendapat perhatian dari masyarakat yang hadir.
Dalam pernyataannya, Iskandar Usman Alfarlaky menegaskan komitmennya untuk terus bersama masyarakat sejak awal bencana terjadi.
“Saya tidak akan meninggalkan masyarakat. Dari pertama bencana, saya langsung turun ke desa terdampak untuk menyaksikan nasib masyarakat saya. Dan tidak akan saya tinggalkan masyarakat saya dalam keadaan sengsara,” tegasnya di hadapan warga.
Sikap responsif Bupati Aceh Timur ini pun menuai beragam tanggapan dari netizen, khususnya di sejumlah grup WhatsApp. Salah satu komentar yang mencuat menyebut adanya perbedaan sikap antara Bupati Aceh Timur dengan Wali Kota Langsa.
Dalam komentar tersebut, netizen menilai Bupati Aceh Timur berani hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan penjelasan, sementara Wali Kota Langsa disebut tidak terlihat saat masyarakat melakukan aksi di depan pendopo.
“Bupati Aceh Timur beda jauh dengan Wali Kota Langsa, yang menghilang dan tidak hadir di hadapan warganya saat masyarakat aksi,” tulis salah satu netizen dalam grup WhatsApp.
Komentar lain juga menyebutkan bahwa kehadiran langsung pemimpin di tengah masyarakat menjadi bentuk tanggung jawab moral yang sangat diharapkan, terutama dalam situasi bencana.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kota Langsa terkait komentar yang beredar di media sosial tersebut.(Zulham)


